Kisah Cinta Rupiah

Uang Rupiah
Artikel ini saya mulai dengan kisah dimana saya sangat senang untuk mengikuti lomba menulis melalui blog. Nah blog ini adalah blog yang baru saya buat dan pertama kalinya bisa disebut tidak gratis karena saya membeli domain dari hasil saya menulis artikel di blog saya yang sebelumnya, dengan kata lain hasil ngeblog dikembalikan ke blog lagi. Ini bukan masalah mencari uang tetapi lebih ke sebuh hobi. Mungkin itu tidak penting untuk anda ketahui dan mungkin juga bertanya dalam hati apa hubungannya dengan topik atau tema yang dibahas?

Sebelum anda menganggap artikel ini tidak penting, saya harap anda membaca sampai akhir dahulu. Biasakan membaca sampai selesai agar informasi yang didapat benar-benar utuh dan tidak menjadi HOAK.

Diceritakan (sudah kayak dongeng belum? hehe) saya sangat senang menonton televisi apalagi televisi masa kini yaitu NET. TV mulai dari Indonesia morning show, Pagi-pagi, The commet, WIB, Net 12, Ok jek, The east, Ini talk show, Tonight show, sampai net sport. Sajian yang menarik dan lucu (terutama WIB) membuat NET menjadi salah satu channel TV favorite saya bahkan menjadi tongkrongan satu keluarga.

Nah suatu ketika saya melihat iklan mengenai lomba Blog dan Vlog yang diselenggarakan oleh bank indonesia yang bekerja sama dengan NET. Karena saya suka ngeblog maka saya ikut melakukan pendaftaran sesuai dengan arahan yang diminta dan segera membuat artikel. Artikel yang diminta adalah artikel dengan tema besarnya yaitu Cinta Rupiah.

Pertama yang saya lakukan adalah mencari sebanyak-banyaknya informasi yang sekiranya terkait dengan hal tersebut. Tentu yang pertama saya sasar adalah Bank Indonesia sebagai bank sentral yang mengeluarkan rupiah. Banyak sekali informasi yang didapat mulai dari pedoman rupiah, sistem pengaman, sejarah, dan beberapa gerakan yang digelorakan oleh bank indonesia salah satunya gerakan yang menurut saya sangat bagus untuk mencintai rupiah dengan cara menghargainya yaitu gerakan 5J (Jangan dilipat, Jangat dicoret, Jangan diplaster, Jangat diremas, jangan dibasahi).

Saya kira makna dari cinta rupiah sangatlah mendalam dan sangat luas sehingga saya harus melakukan pendekatan yang lebih ekstra terhadap beberapa uang rupiah (sudah seperti cari pacar๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š), semakin gede nominalnya semakin cepat otak berpikir #bukanmataduitan. Saya pandangi dengan detail salah satu mata uang, waktu itu pecahan 20 ribu rupiah karena saya sedang tidak punya uang 100 ribu rupiah (maklum anak kosan, hidup pas-pasan. Pas awal bulan banyak, pas akhir bulan cekak).

Didalam uang yang saya pandangi lama tersebut terdapat beberapa gambar yang saya temukan yaitu pahlawan, kebudayaan, keindahan alam, dan lambang negara (burung garuda). Disana pun saya berpikir bahwa pahlawan harus kita hormati, kebudayaan harus kita lestarikan, keindahan alam harus kita jaga, dan lambang negara harus sebagai pedoman kehidupan. Dengan demikian saya menyimpulkan bahwa jika kita menghargai dan menjaga rupiah dengan penuh cinta sesuai dengan gerakan 5J yang dicanangkan bank indonesia atau dengan cara lain maka, kita secara tidak langsung telah menghargai dan menghormati pahlawan, kebudayaan, keindahan alam, dan lambang negara kita yang sangat kita junjung tinggi. Sehingga tercetuslah artikel pertama yang berjudul " Cinta Rupiah, Cinta Indonesia". Judul tersebut dipilih karena Indonesia mewakili keseluruhan mulai dari lambang negara sampai kenangan jasa-jasa pahlawan. Jika kita cinta indonesia berarti kita cinta semua yang ada didalamnya.

Namun, Masih ada yang mengganjal di hati dan pikiran saya setelah membuat artikel pertama. Sepertinya ada yang lebih mendasar tentang cinta rupiah dan indonesia yang sebenarnya dekat dengan kita tetapi tidak pernah terpikirkan sehingga terasa jauh. Oleh karena itu saya melakukan pendekatan yang diluar konteks dari uang itu sendiri melainkan lebih terfokus pada Indonesia. Apa yang menjadi karakteristik Indonesia yang sangat kental?

Saya mencoba mencari buku mengenai wawasan nusantara dan akhirnya menemukannya pada buku IPS kelas 4 SD yang kebetulan masih saya simpan sampai sekarang. Disana dijelaskan bahwa Indonesia memiliki keragaman dari sabang sampai merauke yang bersatu dalam wilayah negara Indonesia. Saya jadi ingat semboyan bangsa kita "Bhineka Tunggal Ika". Berbeda tetapi tetap satu. Saya kira semboyan itu yang menjadi penguat kedamaian Indonesia.

Namun, hal itu kembali menjadi pertanyaan "apa hubungannya dengan cinta rupiah?" Pertanyaan yang cukup sulit untuk mahasiswa sekelas saya namun saya terus menggali dan mulai berpikir. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tempat yang sekiranya perputaran uang rupiah didalamnya cukup tinggi mungkin disana saya akan mendapat jawaban dari hal tersebut. Tempat pilihan saya adalah pasar.

Kebetulan atau tidak mungkin sudah takdir keesokan harinya tepat jam 7 pagi saya diminta oleh ibu saya untuk membeli kopi dan garam di pasar untuk dijual kembali. Sesampainya di pasar saya tidak langsung mengamati aktivitas yang terjadi namun saya membangun kesadaran diri terlebih dahulu dengan mengamati aktivitas saya sendiri. Saya membeli kopi dan garam ke seorang penjual dan disana terjadi interaksi antara saya dan penjual. Disini saya kembali bertanya "apa yang membuat saya mau berinteraksi dengan penjual tersebut padahal kita tidak saling mengenal sebelumnya?" Saya berpikir ada faktor saling menguntungkan yang disebabkan karena kebutuhan yang diperantarai oleh 2 hal yaitu barang dan uang. Nah disana saya tersadar dan mulai mengaitkan informasi yang telah saya dapatkan. Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah walaupun kita berbeda latar belakang akan tetap terjadi interaksi dan saling menghormati karena adanya perantara salah satunya yaitu uang rupiah. Secara tidak langsung dengan mencintai dan menghormati rupiah maka dapat menghormati keragaman. Tidak sedikit kasus karena rupiah yang tidak dipergunakan dengan baik menyebabkan konflik dan tindak pidana. Oleh karena itu digagas judul artikel kedua saya "Hormati Keragaman dengan Cinta Rupiah"

Saya kira cinta rupiah merupakan suatu gerakan untuk menyadarkan masyarakat untuk selalu mencintai rupiah terutama yang berada di daerah perbatasan dengan negara lain karena ini merupakan daerah yang menurut saya rawan. Sebenarnya kita juga tidak dapat menyalahkan mereka jika menggunakan mata uang negara lain karena mungkin mendapatkan kemudahan yang lebih, seperti akses yang lebih mudah untuk berbelanja di negara lain. Oleh karena itu perbaikan insfrastruktur sangat penting unruk dilakukan demi kemudahan akses. Walalupun saya melihat iklan di TV bank indonesia menyebar rupiah sampai ke pelosok negeri. Pertanyaannya "Pelosok itu sampai dimana?". "Apakah yakin sudah sampai tempat yang paling pelosok dimana memiliki akses yang sulit?" Kemudahan adalah kunci dari solusi yang diinginkan.

Cinta rupiah merupakan suatu kesadaran bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Jika seseorang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan mencintai Indonesia otomatis orang itu mencintai segala sesuatu hal yang terkait dengan Indonesia, termasuk mencintai rupiah.

Cinta ada di dalam hati dan cara untuk menunjukan cinta adalah tindakan yang benar





No comments

Tinggalkan komentar dengan baik di bawah ini